Cara Mendeteksi Remote TV

Tinggalkan komentar

Sesuatu yang terjadi di sekitar kita, kadang kita sendiri tidak mengetahuinya. Kadang pula menemukan suatu cara yang tidak sengaja untuk melakukan hal tersebut.

Saya sendiri baru memasuki dunia kelistrikan sehingga belum banyak ilmu yang saya unduh, terutama tentang listrik.

Suatu ketika tanpa sengaja, saya menemukan cara untuk mengetes remote control TV. Apakah masih aktif atau tidak. Caranya cukup simple, “cuma melihatnya pada kamera digital”. Sebagai contoh, kamera Handphone.

Arahkan sensor remote ke kamera, kemudian tekan sembarang tombol. Jika remote berfungsi dengan baik, maka pada sensor akan mengeluarkan cahaya. Jika tidak, ya tidak ada perubahan sama sekali.

Cahaya yang di keluarkan sensor tersebut adalah sinar infra merah yang tidak dapat dilihat oleh mata telanjang. Namun, dengan bantuan kamera Handphone kita dapat melihat sinar tersebut. Ternyata sinar infra merah tidak berwarna ‘merah’ alias tidak berwarna sama sekali hanya terang saja dan sangat menyilaukan.
Handphoe yang saya gunakan adalah Nokia N70

Posting Perdana

Tinggalkan komentar

Memperlakukan hal perdana tentunya harus spesial. Sama halnya ketika pertama kali kita masuk pada awal semester, tentu tidak langsung pelajaran dan di beri teori matematika yang njlimet (rumit) yang langsung membuat isi di kepala overload. Maaf, bahasanya sedikit hiperbola. Maka blog perdana juga berisi isi yang santai.

Sebelumnya saya pernah mempunyai blog di Blogger yang alamatnya http://od13ok.blogspot.com. Namun akhir-akhir ini Blogger tidak menerima koneksi yang pas – pasan seperti koneksi yan sedang saya alami saat ini sehingga tidak bisa mengisikan link dengan baik. Mepet dikit ini sengaja bukan sebagai maksud untuk megrasi, walau bagaimanapun juga itu merupakan blog pertama dalam hidup saya. Jadi harus tetap di lestarikan :).  Sementara yang ini memang sengaja dibuat dengan rasa yang berbeda dari yang lainnya.

Di tempat yang baru ini saya berusaha untuk membuat tulisan yang lebih bermutu meskipun kadang juga kurang mutu dan suka ‘ngawur’ dan sebisa mungkin menggunakan bahasa Indonesia yang sesuai dengan aturannya. Kenapa demikian? Karena kita mempelajari bahasa asing saja harus sesuai aturan, sementara bahasa sendiri di terlantarkan. Sungguh ironis kan..

Saya termasuk tipikal Homo Sapiens Humorisme, suka humor, clotehan, dan gurauan lainnya yang tentunya tetap harus menjaga batasan – batasan NORMA [aturan hidup manusia menurut hukum alam] yang berlaku.

%d blogger menyukai ini: